Detik Pengukuhan Kepengurusan SIPASADA Bonapasogit

Balige, 29 Januari 2011.
Pukul 08:00 WIB.

Cuaca kota Balige mendung. Hari ini Sabtu, akan dikukuhkan kepengurusan Simanjuntak Siopat Sada Ama (SIPASADA) Boru dan Bere, Pomparan Raja Marsundung, untuk wilayah Bonapasogit. Acara akan berlangsung di Lapangan Sisingamangaraja XII, Balige pada pukul 11:00 WIB.

Reporter majalah elektronik SIPASADA meluncur mengitari Balige. Lalu lintas agak sepi. Mendung tetap menggelantung di langit.

Pukul 08:45.
Di Lapangan Sisingamangaraja, terlihat panitia sibuk mempersiapkan segala keperluan. Personal musik juga sibuk mengatur peralatan. Beberapa panitia terkesan gelisah. Langit masih mendung.

Pukul 09:00.
Reporter SIPASADA kembali meluncur ke kota. Melewati beberapa salon kecantikan, terlihat ibu-ibu ditata sanggulnya. Melewati sebuah Ruko (Rumah Toko), seorang bapak setengah tua berdiri di depan Ruko. Kepalanya mengarah ke langit mendung. Ada senyum indah di bibirnya. Seakan senyum kepada sang kekasih.

Pukul 09:45.
Mendung tetap tidak bersahabat. Kembali ke Lapangan Sisingamangaraja. Jejeran kursi dibawah tenda/teratak masih lengang. Dari 1.000 kursi, baru seratusan yang terisi oleh tamu/undangan. Target panitia, mimimal dihadiri 600 orang.

Pukul 10:15.
Lalu lintas di kota mulai ramai. Kenderaan bermotor roda dua dan empat umumnya mengarah ke Lapangan Sisingamangaraja. Cuaca sedikit cerah.

Pukul 10;30.
Mendung digantikan kecerahan. Deretan kursi di lapangan Sisingamangaraja mulai terisi. Dan akhirnya semua kursi terisi. Bahkan seratusan orang mengambil tempat di Tribun Lapangan Sisingamangaraja. Panitia pesan 100 kursi tambahan.

Pukul 11:10.
Acara dimulai. Diawali dengan kebaktian. Sebelum penyampaian Khotbah, pengukuhan kepengurusan SIPASADA Bonapasot dilaksanakan.

Cuaca makin cerah seusai acara pengukuhan.

Tentang sipasadamarsundung

Lahir di Balige 10 Juni 1962. Sempat kuliah di Jakarta beberapa semester. Saat itu mulai menulis Cerita Pendek (Cerpen) dan Artikel, khususnya di surat kabar harian Sinar Indonesia Baru (Sib) terbitan Medan. Setelah menderita sakit bertahun-tahun dan menjalani ragam pengobatan medis dan tradisional/alternatif, akhirnya ayah meninggal pada 25 Desember 1983. Februari 1984, saya kembali ke Balige, kemudian memutuskan berhenti kuliah demi kelanjutan sekolah adik-adik saya. Kegiatan menulis di harian Sib makin aktif. Tahun 1985 merupakan masa paling produktif sebagai penulis (kemudian menjadi wartawan Sib di Kabupaten Tapanuli Utara). Ragam julukan diberikan kawan pun pembaca kepada saya. Penulis kontroversial, penulis sensitif, Guru Natigor (Guru yang Lurus), bahkan (almarhum) GM Panggabean (Pemimpin Redaksi harian Sib) menyebut saya sebagai 'Tukang Sorot' bagai Lampu senter 4 baterai. Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) terbentuk 9 Mei 1988, hasil pemekaran dari Kabupaten Tapanuli Utara. Tahun 2000, saya mulai terjuni lagi dunia jurnalistik. Kemudian turut menjadi aktivis dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Pada tahun 2008, saya mulai 'bermain-main' di dunia Internet. Meskipun saya sadar/merasa bahwa saya sudah terlalu tua untuk belajar di dunia maya yang super canggih ini, namun saya pikir lebih baik berbuat apa adanya sesuai kemampuan.
Pos ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s